jok kulit, jok mobil, jok asli

Berbicara mengenai mengubah pelapis jok kendaraan pribadi, saat ini banyak pilihan yang muncul di pasaran. Salah satunya adalah MBtech yang memproduksi beragam pelapis jok yang dapat disesuaikan dengan bujet dan keinginan pelanggan.

“Ragam varian MBtech terus dikembangkan hingga kini. Salah satu yang terbaru adalah Carrera yang memiliki tekstur selembut kulit “Nappa” yang merupakan grade tertinggi dari bahan kulit asli,” ucap Edi Pamungkas, Technical Brand Manager MBtech.

Selain memberikan suasana baru, mengganti pelapis jok menurut Edi merupakan langkah mudah agar mobil terkesan berkelas atau mewah. “Jangan salah memilih jenis bahan pelapis. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memilih pelapis jok. Jangan hanya mempertimbangkan harga, warna dan desain,” tukas pria asal Salatiga ini.

Salah satu hal yang patut menjadi pertimbangan adalah sisi perawatan dan kualitas bahan. “Terutama bagi mereka yang memiliki anak. Tak ada salahnya memilih bahan pelapis jok yang dilengkapi formula aktif anti-microbial. Sehingga jok tidak mudah rusak, tahan lama, nyaman serta selalu terjaga tampilan dan kebersihannya,” terangnya.

“Pertimbangkan pula untuk memilih bahan yang tahan terhadap kondisi ekstrem yang sering terjadi di dalam kendaraan. Seperti perubahan suhu udara yang drastis, terpaan sinar matahari dan beban guncangan yang berat. Memilih bahan dengan UV Protection Coating mampu melindungi bahan dari terpaan sinar matahari. Sehingga warna tetap terjaga dan tidak mudah pudar atau kusam serta mampu menolak panas,” beber Edi lagi.

Kemampuan bahan pelapis menolak panas ternyata berpengaruh pula pada konsumsi bahan bakar. “Jok yang tak mudah menyerap panas dan cepat melepas hawa panas meringankan kerja AC. Sehingga, pengguna mobil tak perlu menyetel AC hingga tingkat terdingin. Akibatnya penggunaan bahan bakar juga lebih hemat,” tuturnya.

Tren Warna Metalik
Mobil yang kini masuk dalam dunia gaya hidup juga tak lepas dari unsur fashion. Akibatnya, gaya modifikasi interior mobil berkembang mengikuti perputaran tren fashion. Ini mengapa di pasaran bahan pelapis jok muncul beragam warna yang dapat diaplikasikan pada mobil.

“Banyaknya pilihan warna sangat mudah untuk dipadupadankan, sehingga pengendara bisa mengeksplorasi gaya sesuai selera. Hal ini menjadikan penampilan interior lebih berkarakter dan berkelas.”

Warna yang tersedia saat ini, kata Edi, dapat dipadupadankan sesuai keinginan. “MBtech memiliki berbagai warna, di antaranya black, charcoal, grey, white, brown, beige, champignon, innova, iguana dan red. Juga ada warna metallic seperti gold, silver, champagne, red, copper, dan pearl white. Dan saat ini, imbuh Edi, yang sedang menjadi tren adalah menggunakan warna-warna metallic. Baik untuk jok model polos, two tone, atau multi color dengan menggunakan warna metallic sebagai aksen.”

Sementara untuk mencerminkan jiwa muda, “Warna sporty dan dinamis seperti merah, hijau, biru, bahkan merah muda dapat menjadi pilihan. Warna tadi dapat dipadankan dengan hitam atau warna lain yang bersifat netral.”

Gaya konservatif yang sporty, saran Edi, bisa menggunakan dual tone. Pemilihan warna bisa disenadakan dengan warna interior atau dengan warna eksterior. Bila ingin memberikan penampilan nyaman dan elegan, pilih warna netral beige, hitam, putih dan abu-abu.”

Varian produk yang ditawarkan Edi memiliki karakter dan tampilan berbeda. Di antaranya MBtech New Superior, MBtech Camaro, MBtech Camaro Fiesta dan MBtech Picasso. “Selain empat varian itu, kami juga memiliki MBTech Premium dan MBtech Riders. MBtech Riders digunakan untuk jok sepeda motor yang dirancang khusus untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Indonesia,” katanya.

Saat ini terdapat dua cara pemasangan pelapis jok mobil yang umumnya dilakukan. Pertama, sistem jok sarung. Cara ini adalah cara yang paling praktis dan murah. Pasalnya, pelapis jok asli tak dilepas dan hanya disarungi saja dengan bahan pelapis jok baru. “Umumnya cara ini digunakan hanya untuk melindungi jok asli agar tak rusak atau kotor sehingga pada saat mobil akan dijual kembali jok asli masih terlihat bagus. Konon katanya bisa menambah nilai jual mobil,” imbuh Edi.

Namun ternyata hal itu merupakan cara lama atau kuno yang menurut Edi harus dihindarkan. “Sistem jok sarung ini banyak kekurangannya. Misalnya, tampilannya jadi kurang rapi dan bahan jadi cepat kendur, sehingga terasa kurang nyaman bila diduduki. Sebab, hanya disarungkan saja dan ditarik pada satu sisi dengan menggunakan tali.”

Selain itu, umumnya jok sarung ini diproduksi masal. “Karena fungsinya hanya sebagai pelindung saja. Sehingga dalam pengaplikasiannya jadi kurang rapi,” imbuh Edi.

Agar maksimal, Edi menyarankan menggunakan sistem pemasangan bahan jok dengan cara paten, yang dianggapnya sebagai cara terbaik. Bahan pelapis jok lama dilepas dan diganti bahan pelapis baru yang sudah disesuaikan dengan pola dan kondisi kendaraan yang ada. Sehingga jok tampil lebih rapi serta sangat nyaman bila diduduki.

“Keuntungan lainnya, model jahitan dan kombinasi warnanya dapat disesuaikan dengan selera dan keinginan pemilik kendaraan. Akibatnya, interior mobil tampil lebih gaya dan eksklusif,” jelas Edi.