Watang Sawito — Kapolri mengumumkan rencana pembangunan pusat trauma healing untuk korban ledakan yang terjadi di SMAN 72, Kabupaten Parepare, Sulawesi Selatan. Pusat ini diharapkan dapat memberikan dukungan psikologis dan pemulihan mental bagi siswa, guru, dan warga terdampak.
Ledakan yang terjadi pada pekan lalu mengakibatkan kepanikan di kalangan siswa dan guru. Banyak korban yang mengalami trauma psikologis akibat insiden tersebut. Menyikapi hal ini, Kapolri menekankan pentingnya pemulihan mental setara dengan pemulihan fisik korban.
Kapolri menambahkan bahwa pusat trauma healing akan dilengkapi dengan konselor profesional, psikolog, dan tenaga pendukung lain yang siap membantu siswa dan guru mengatasi efek trauma. Program ini juga akan melibatkan masyarakat sekitar untuk memastikan dukungan sosial berjalan maksimal.
Menurut pakar pendidikan dari Universitas Negeri Makassar, dukungan psikologis pasca-bencana menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental siswa dan kualitas pendidikan. Kehadiran pusat trauma healing diyakini akan mengurangi tingkat kecemasan dan stres pasca-insiden.
Warga dan orang tua siswa menyambut baik rencana ini. Mereka berharap pemerintah daerah dan kepolisian dapat segera menindaklanjuti pembangunan fasilitas tersebut agar para korban dapat pulih lebih cepat dan kegiatan belajar mengajar kembali normal.
Baca juga:
Profil Sulawesi Selatan
Laporan dari: NEWS WATANG SAWITO
Kategori:
Watang Sawito,
Parepare,
Sulawesi Selatan,
Pendidikan,
Berita Daerah



