Kasus peredaran uang palsu kembali menjadi sorotan publik setelah aparat kepolisian mengungkap dugaan transaksi dengan uang palsu di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Kejadian ini menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus.
Kepolisian menegaskan masyarakat harus lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama di tempat umum dan pusat keramaian. Untuk itu, Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat memeriksa uang yang diterima dengan prinsip 3D: dilihat, diraba, dan diterawang.
Ciri-ciri Uang Asli
Uang asli memiliki sejumlah ciri yang dirancang khusus untuk mencegah pemalsuan. Beberapa ciri tersebut meliputi:
- Kertas khusus: Uang asli dicetak pada bahan kertas khusus yang terasa lebih kasar dibanding kertas biasa.
- Tekstur timbul: Angka nominal, lambang negara, serta gambar utama terasa timbul jika diraba dengan jari.
- Gambar saling isi: Jika diterawang, gambar yang dicetak dari dua sisi akan membentuk gambar utuh yang presisi.
- Benang pengaman: Terdapat garis benang tipis yang tertanam di dalam kertas uang.
- Warna berpendar: Bila disinari dengan ultraviolet, uang asli menampilkan warna bercahaya pada beberapa bagian tertentu.
Ciri-ciri Uang Palsu
Berbeda dengan uang asli, uang palsu biasanya tidak mampu meniru teknologi cetak dari Bank Indonesia. Beberapa ciri uang palsu antara lain:
- Kualitas kertas rendah: Kertas terasa lebih tipis atau licin seperti kertas fotokopi.
- Warna mudah luntur: Saat terkena air atau digosok, warnanya cepat pudar.
- Detail buram: Gambar dan angka terlihat kurang tajam atau tidak simetris.
- Tidak ada tekstur timbul: Permukaan terasa rata karena dicetak dengan teknik biasa.
- Tanpa efek ultraviolet: Tidak ada cahaya berpendar saat dilihat dengan sinar UV.
Langkah Mencegah Peredaran Uang Palsu
Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk selalu mengecek setiap uang yang diterima, terutama dalam transaksi tunai dengan nominal besar. Pedagang, mahasiswa, dan pelaku usaha kecil diharapkan membiasakan penggunaan prinsip 3D.
Selain itu, aparat kepolisian meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan atau mencurigai adanya uang palsu di lingkungannya. Laporan cepat akan membantu memutus rantai peredaran.
Pentingnya Edukasi
Kasus di UIN Makassar menjadi pengingat bahwa peredaran uang palsu bisa menyasar siapa saja, termasuk kalangan mahasiswa. Karena itu, pihak kampus bersama aparat terkait berencana menggelar sosialisasi tentang cara mengenali uang asli kepada mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa paham perbedaan uang asli dan palsu agar bisa melindungi diri dari kerugian,” kata salah satu dosen UIN Makassar.




